(Foto : google.com)
Mata rantai kehidupan nelayan terdiri dari dua bagian yaitu Nelayan Tradisional
dam Modern. Kehidupan nalayan tradisional biasanya berfokus pada hubungan
emosional seperti dalam hubungan kekeluargaan, perkumpulan nelayan yang solid
(erat), dimana nelayan tradisional ini lebih bergantung pada kondisi alam dan
para tengkulak sebagai penampung hasil tangkapannya. Sedangkan kehidupan nelayan
modern lebih mengandalkan pemanfaatan teknologi serta modal yang cukup besar
dengan skala ekonomi yang cakupannya besar pula, namun nelayan modern ini cukup
rentan terhadap modal besar dan praktek penangkapan yang dapat merusak
lingkungan atau keseimbangan ekosistem, sehingga keduanya memiliki tantangan
ekonomi dan sosial yang berbeda akan tetapi memiliki keterkaitan dalam ekosistem
perikanan.
- Mata Rantai Kehidupan Nelayan Tradisional
2. Mata Rantai Kehidupan Nelayan Modern
Nelayan modern kapal yang digunakan menggunakan kapal besar
bermesin, peralatan canggih seperti GPS dan sonar untuk mengetahui skulling
ikan, serta berbagai jenis alat tangkap yang cukup efektif seperti purse seine
dan long line. Untuk jangkawan berlayar cukup jauh hingga ke samudera hindia
atau ke samudera pasifik, dan lama waktu berlayar bisa sampai berbulan - bulan
lamanya dengan hasil tangkapan yang lebih banyak dan bernilai ekonomis tinggi.
Akan tetapi untuk nelayan modern cukup membutuhkan biaya atau modal besar untuk
peralatan dan biaya operasional, yang memungkinkan mereka beroperasi dalam skala
industri. Nelayan modern dapat memicu terhadap dampak lingkungan yang mana dapat
berpotensi merusak ekosistem laut, seperti menangkap ikan kecil, yang seharusnya
berkembang biak dan mengurangi populasi ikan. Nelayan Tradisional dan Medern
memiliki ikatan saling bergantung walaupun berbeda dalam sisi teknologi dan
skala, kedua nelayan ini seringkali terhubung dalam satu sistem mata pencaharian
yang cukup luas, dimana nelayan tradisional dapat menjadi buruh bagi nelayan
modern, dan keduanya sama-sama dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan kondisi
pasar perikanan, tantangan kedua nelayan ini dimasa depan adalah proses
modernisasi perikanan tidak cukup membantu, bahkan nelayan tradisional semakin
hari semakin terpinggirkan karena modal dan teknologi yang tidak dimiliki oleh
nelayah tradisional.
Referensi
https://www.kompas.com/skola/read/2021/10/06/140000569/persamaan-dan-perbedaan-nelayan-modern-dan-tradisional
https://www.idntimes.com/life/education/persamaan-dan-perbedaan-nelayan-modern-dan-tradisional-00-dfnzv-r8x1qz

Tidak ada komentar:
Posting Komentar